Genk Belgia, Kawah Candradimuka Akheela di Ajang Karting Dunia

0
126
views
Akheela Chandra Dewanto di Belgia

Satu lagi duta bangsa kembali menapaki kancah balap single seater di ajang dunia melalui ajang CIK-FIA Racing Academy, dimana pegokart Indonesia di kelas Junior, Akheela Chandra Dewanto sudah melalui tahapan ujian ajang CIK-FIA European Championship 2017 di sirkuit Genk Belgia Minggu kemaren dengan catatan bagus untuk penampilan perdana diajang karting dunia yang digelar di benua Eropa.

Akheela “Speed” Chandra berjuang super keras, meski tidak ada target terlalu tinggi namun bisa lolos ke babak final butuh perjuangan keras, dari postur jauh dari rata-rata, minimnya latihan dan adaptasi dengan cuaca, track dan kendaraan, juga harus melalui handycap dengan kelebihan berat 10 kg tidak mematahkan semangat pembalap UT Racing Indonesia bersaing dengan 49 pegokart terbaik dunia yang hadir di ajang tersebut.

akheela chandra dan team
Akheela Chandra dan Team

1 dari 3 agenda dalam program ini, Akheela mampu bersaing dengan pembalap Eropa yang dalam angan sebelumnya mereka berpostur tinggi khas Eropa. Ternyata saat dijumpai di track, justru Akheela terlihat paling tinggi sendiri ini mampu membukukan hasil Qualifiying diposisi 32 dari 49 starter, kemudian mampu menorehkan hasil bagus saat heat 1 dengan menempati posisi 13, posisi 20 di heat 2 dan heat 3 bertengger di posisi 23.

Hasil ke-3 heat penggabungan point, Akheela menempati grid 30 saat final dari 34 pegokart dan akhirnya mampu finish di urutan 26 dengan penuh perjuangan berat.

Akheela Chandra di antara pembalap dunia
Akheela Chandra di antara pembalap dunia

“Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah, meski penampilan perdana di ajang ini, Akheela mampu memenuhi target masuk babak final, meski harus menghadapi segala handycap yang ada, semoga di penampilan ke-2 di Le Mans Prancis awal Juli mendatang, akan meraih hasil jauh lebih baik”, papar Okky Dewanto, orang tua Akheela sang pemilik Dapur Cokelat.

Uut dari UT Racing team menuturkan, “dengan hasil ini, saya cukup puas, Akheela cepat sekali mampu beradaptasi meski latihan sangat terbatas, adaptasi track dan linenya cukup cepat, sehingga kami lebih mudah set up chassis dan juga engine, harapanya semoga saat ajang ke-2 Le Mans Akheela mampu lebih bagus lagi dari event perdana ini.”

Akheela dan Team Bangga Kibarkan Merah Putih
Akheela dan Team Bangga Kibarkan Merah Putih

Adaptasi lainnya adalah dengan mesin OKJ, mesin ini mengusung direct drive tanpa kopling tanpa menggunakan elektrik starter, jadi pembalap harus start engine sambil mendorongnya.

Selamat Akheela, semoga Le Mans akan menjadi milikmu.

Penulis: Edi Batrawan | Photo: Dok Dapur Cokelat, UT Racing

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here